Keutamaan Memelihara Anak Yatim

Please log in or register to like posts.
keutamaan memelihara anak yatim

Bloggersiana.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah artikel tentang keutamaan memelihara anak yatim. Seorang anak merupakan penerus dan juga pewaris umat manusia. Maka dari itu, kita harus mendidikan anak-anak kita dan generasi mudanya sesuai dengan akhlak anak dalam Islam yang diajarkan oleh Rasulullah.

keutamaan memelihara anak yatim

Keutamaan memelihara anak Yatim sesuai Firman Allah dalam surat Ad-Dhuha ayat 9

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلا تَقْهَرْ

Rekomendasi Bloggersiana:

Artinya: Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang

Penjelasan

Di dalam surat ad-Dhuha, Allah mengingatkan kepada Nabi Muhammad saw bahwa Beliau adalah seorang anak yatim. Anak yatim merupakan anak yang ditinggal mati oleh ayahnya dalam usia belum baligh. Jadi seorang anak yang ditinggal mati oleh ibunya tidak termasuk kategori anak yatim. Seorang anak yang ditinggal mati oleh orang tuanya namun dia sudah mencapai usia baligh tidak termasuk anak yatim. Ketika seorang anak yatim sudah mencapai usia baligh, maka predikat anak yatim sudah terlepas darinya.

Sebagaimana Nabi Muhammad pernah menjadi seorang anak yatim, maka Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw agar tidak berbuat sewenag-wenang kepada anak yatim. Karena seorang anak yatim harus lah dipelihara dan disayangi oleh semua orang. Berdasarkan hal itu, disyariatkanlah untuk memelihara anak yatim.

Firman Allah dalam surat Al-Insan ayat 8

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا

Artinya: Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan

Penjelasan

Salah satu bahasan di dalam surat al-Insan adalah membahas tentang orang-orang yang berbuat kebajikan. Salah satu bentuk perilaku orang yang berbuat kebajikan adalah memberi makan anak yatim. Di dalam surat al-Insan ayat 8 ini dijelaskan bahwa orang yang melakukan kebajikan akan memberi makan anak yatim dengan makanan yang disukainya. Hal ini akan memunculkan dua kemungkinan.

  1. Seseorang yang bajik memberi makan dengan sesuatu yang dimakannya juga. Jika dia makan lauk ayam maka anak yatim pun makan lauk ayam. Jika dia makan dipiring maka anak yatim pun makan dipiring. Seorang yang bajik akan memperlakukan anak yatim seperti dia memperlakukan dirinya sendiri.
  2. Seorang yang bajik akan mendahulukan kepentingan anak yatim dari pada kepentingannya.

Berdasakan ayat-ayat di atas dan juga hadis-hadis Rasulullah saw., maka kita bisa mengerti dan mengamalkan bahwa memelihara anak yatim, menyayangi mereka, dan berdiri tegak membela mereka adalah salah satu hal yang diperintahkan dan dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *