Pendidikan Anak dalam Islam: Membolehkan Anak Bermain

Please log in or register to like posts.
pendidikan anak dalam islam

Bloggersiana.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah artikel tentang pendidikan anak dalam Islam. Seorang anak merupakan penerus dan juga pewaris umat manusia. Maka dari itu, kita harus mendidikan anak-anak kita dan generasi mudanya sesuai dengan akhlak anak dalam Islam yang diajarkan oleh Rasulullah.

Pendidikan Anak dalam Islam: Membolehkan Anak Melakukan Permainan yang Diperbolehkan

pendidkan anak dalam islam

Seorang anak sedang berada pada fase mengenal kehidupan dunia permainan. Islam tidak menafikan hal itu. Seorang anak memang harus bersenang-senang dan tertawa sehingga dia tidak tumbuh dalam kemurungan dan kemalangan.

Rekomendasi Bloggersiana:

Hal ini tersirat dalam firman Allah pada surat Yusuf ayat 12.

أَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًا يَرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Artinya: “Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia bersenang-senang dan bermain-main, dan kami pasti menjaganya.”

Ayat ini mengisahakan putra-putra Nabi Ya’qub berniat membawa Nabi Yusuf bermain ke hutan untuk berburu. Berburu merupakan suatu permainan dan kegiatan yang menyenangkan dan diperbolehkan. Maka dari itu Nabi Ya’qub memngizinkan Nabi Yusuf pergi bersama saudara-saudaranya.

Dari ayat ini tersirat beberapa poin:

  1. Anak-anak harus diperbolehkan bermain dan bersenang-senang.
  2. Permainan yang dilakukan anak-anak harus sesuatu yang diperbolehkan, jangan sesuatu yang dilarang.

Perihal membolehkan anak-anak bersenang-senang tersirat juga pada hadis yang diriwayatkan Aisyah.

عن عائشة رضي الله عنها قالت: “رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم على باب حجرتي والحبشة يلعبون في المسجد ورسول الله صلى الله عليه وسلم يسترني بردائه أنظر إليهم

Artinya: “Diterima dari Aisyah ra., Beliau berkata: Aku melihat Raulullah saw sedang berada di depan pintu kamarku. Sedangkan orang-orang Habsyi sedang bermain-main di masjid. Lalu Rasulullah saw menutupiku dengan sorbannya namun aku masih bisa melihat mereka (bermain).” HR. Al-Bukhori.

Dari hadis ini kita juga mendapatkan beberapa poin ilmu:

  1. Seorang suami harus menyayangi dan menjaga istrinya.
  2. Diperbolehkan bermain-main di masjid dengan catatan suatu kegiatan permainan tersebut bukan kemunkaran.
  3. Seorang yang berusia anak-anak diperbolehkan bersenang-senang dengan sesuatu yang diperbolehkan.
  4. Berkenaan judul yang sedang kita bahas, dalam hadis ini Rasulullah saw membiarkan Aisyah bersenang-senang dengan cara melihat orang-orang Habsyi bermain di masjid.

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *