Perintah Menutup Aib dan Larangan Tajasus

Please log in or register to like posts.
perintah menutup aib

Bloggersiana.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah artikel tentang perintah menutup aib dan larangan mencari-cari kesalahan. Sebagai seorang muslim, layaknya kita menjadikan firman Allah dan sunnah Rasul-Nya sebagai panduan hidup. Tentunya kita tahu bahwa kita tidak akan hidup selamanya di dunia ini. Allah swt juga telah memberitahukan bahwa kita nanti akan hidup kekal di akhirat. Orang yang beramal baik akan mendapatkan tempat yang baik. Sedangkan orang yang beralam buruk akan mendapatkan tempat yang buruk.

Di antara tuntuan dari Nabi Muhammad saw untuk menjalani hidup ini adalah adanya perintah menutup aib dan larangan mencari-cari kesalahan. Allah swt selalu menutupi kesalahan hamba-hambanya. Karena hal itu pula, Allah memerintahkan hambanya untuk saling menutupi aib dan kesalahan.

perintah menutup aib

Perintah menutup aib, Apa yang dimaksud dengan Aib?

Rekomendasi Bloggersiana:

Aib adalah suatu fakta yang terjadi pada diri seseorang yang apabila fakta tersebut diketahui orang lain maka dia akan malu. Namun kita jangan salah faham. Aib itu tidak termasuk kejahatan dan pelanggaran yang berkaitan dengan jinayat atau pun hudud.

Perintah Menutup Aib

Rasulullah saw bersabda:

  • Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim; Diterima dari Abu Hurairoh

لَا يَسْتُرُ عَبْدٌ عَبْدًا فِى الدُّنْيَا اِلَّا سَتَرَهُ اللهُ فِى الْاَخِرَةِ

Artinya: Tidak semata-mata seorang hamba menutupi (aib) hamba lain di dunia kecuali Allah pasti akan menutupi (aib)-nya di akhirat.

  • Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim; Diterima dari Ibnu Umar

وَ مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: Dan barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, maka pasti Allah akan menutupi (aib)-nya pada hari kiamat.

Larangan Menuntit dan Mencari-cari Kesalahan

Hadis yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi; Diterima dari Ibnu Umar

يَا مَعْشَرَ مَنْ امَنَ بِلِسَانِهِ وَ لَمْ يُفِضِ الْاِيْمَانُ اِلَى قَلْبِهِ لَا تُؤْذُوا الْمُؤْمِنِيْنَ وَ لَا تُعِيْرُوهُمْ وَ لَا تَتَبَّعُوا عَوْرَاتَهُمْ فَاِنَّهُ مَنْ يَتَبَّعُ عَوْرَاةَ اَخِيْهِ الْمُسْلِمِ يَتَبَّعُ اللهُ عَوْرَاتَهُ وَ مَنْ يَتَبَّعُ اللهُ عَوْرَاتَهُ يَفْضَحُهُ وَ لَوْ فِى جَوْفِ رِحْلِهِ

Artinya: Hai orang-orang yang baru beriman dengan lisannya dan iman tersebut belum meresap ke dalam hatinya; Jangan lah kalian menyakiti orang-orang mu’min, jangan lah kalian menelanjangi aib mereka, dan jangan lah kalian menguntit kesalahan-kesalahan mereka. Karena sesungguhnya barang siapa yang menguntit kesalahan saudaranya yang muslim maka Allah akan menguntit kesalahannya. Sedangkan orang yang dicari-cari kesalahannya oleh Allah maka Allah akan membukakan kesalahannya walaupun dari lubang pelana kudanya.

Perintah menutup aib: Pelajaran/Faidah

  1. Diperintahkan menutup aib sesama muslim; Hal ini merupakan bisa menjadikan aib kita ditutupi oleh Allah pada hari kiamat.
  2. Dilarang menguntit dan bertajasus.
  3. Ada hukuman bagi orang yang menguntit dan bertajasus yaitu Allah akan menampakkan aib yang ditutupinya.

Semoga bermanfaat.

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *