Menjauhi Perilaku Berbohong Pendidikan Akhlak Anak

Please log in or register to like posts.
pendidikan akhlak anak dalam islam

Bloggersiana.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah artikel tentang pendidikan akhlak anak dalam Islam menjauhi perilaku berbohong. Seorang anak merupakan penerus dan juga pewaris umat manusia. Maka dari itu, kita harus mendidikan anak-anak kita dan generasi mudanya sesuai dengan akhlak anak dalam Islam yang diajarkan oleh Rasulullah.

Pengertian Akhlak

Apa yang dimaksud dengan akhlak? Akhlak merupakan perilaku manusia yang bersifat spontanitas. Akhlak terbagi kepada dua jenis: akhlak terpuji dan akhlak tercela. Sebagai makhluk yang dianugerahi akal dan pikiran oleh Sang Pencipta, maka kita seharusnya sudah mengetahui bahwa akhlak yang mesti ada pada diri manusia adalah akhlak terpuji.

Menjauhi perilaku berbohong Pentingnya Akhlak untuk Generasi Muda

Rekomendasi Bloggersiana:

Rasulullah pernah bersabda bahwa sesungguhnya Beliau diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak umat manusia. Dari sabda Nabi Muhammad ini kita bisa mengerti bahwa akhlak terpuji sangat diharuskan bagi umat manusia. Karena dengan memiliki akhlak terpuji, manusia dapat memberikan aura positif bagi yang lainnya.

Menjauhi perilaku berbohong dari anak-anak

menjauhi perilaku berbohong

Dalam suatu hadis yang diriwiyatkan oleh Abdullah bin Amir, beliau menceritakan sebuah kisahnya sedang bersama Rasulullah.

عن عبد الله بن عامر رضي الله عنه قال: “دعتني أمي يوماً ورسول الله صلى الله عليه وسلم قاعد في بيتنا فقالت: ها تعال أعطيك، فقال لها رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما أردت أن تعطيه؟ قالت: أعطيه تمراً، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أما إنك لو لم تعطيه شيئاً كتبت عليك كذبة

Abdullah bin Amir bercerita: “Pada suatu hari, Ibuku memanggilku (untuk melakukan sesuatu). Pada saat itu, Rasulullah sedang berada di rumahku. Lalu Ibuku berkata: Kemarilah (anakku), aku akan memberimu (sesuatu). Kemudian Rasulullah berkata kepada Ibuku: Apa yang hendak engkau berikan kepadanya? Ibuku menjawab: Aku akan memberinya kurma. Rasul berkata lagi: Sesungguhnya jika engkau tidak memberikannya sesuatu apa pun, maka engkau akan dicatat (melakukan) kebohongan.” HR. Abu Dawud

Hadis di atas menjelaskan kepada kita beberapa hal:

  1. Sudah menjadi naluri manusia, jika kita meminta seseorang melakukan sesuatu maka suatu imbalan dapat memuluskan permintaan kita. Hal ini tersirat dari perilaku Ibu Abdullah bin Amir yang meminta Abdullah untuk melakukan sesuatu dan Ibunya akan memberinya imbalan.
  2. Jika kita sudah berjanji maka kita harus menepati janji itu meskipun hal itu disampaikan kepada anak kita sendiri.
  3. Cara mencegah seorang anak berbohong adalah dengan tidak mencontohkannya kepada mereka.

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *