Ucapan yang Disepelekan Namun Merupakan Kebohongan

Please log in or register to like posts.
ucapan yang disepelakan

Bloggersiana.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah artikel tentang ucapan yang disepelekan namun merupakan suatu kebohongan. Sebagai seorang muslim, layaknya kita menjadikan firman Allah dan sunnah Rasul-Nya sebagai panduan hidup. Tentunya kita tahu bahwa kita tidak akan hidup selamanya di dunia ini. Allah swt juga telah memberitahukan bahwa kita nanti akan hidup kekal di akhirat. Orang yang beramal baik akan mendapatkan tempat yang baik. Sedangkan orang yang beralam buruk akan mendapatkan tempat yang buruk.

Di antara tuntuan dari Nabi Muhammad saw untuk menjalani hidup ini adalah tuntunan tentang ucapan yang disepelekan namun merupakan suatu kebohongan. Hal ini dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw dalam beberapa haditsnya. Ada beberapa hal yang dianggap sepele oleh manusia, padahal hal itu dilarang bahkan termasuk dosa-dosa besar. Apa itu? Berbohong untuk membuat orang lain tertawa atau senang.

ucapan yang disepelakan

Ucapan Yang Disepelekan Namun Merupakan Suatu Kebohongan

Rekomendasi Bloggersiana:

Kisah Abdullah bin Amir

Abdullah bin Amir merupakan salah satu sahabat Nabi saw. Beliau bercerita mengenai pengalamannya bersama Nabi Muhammad saw. Berikut kisahnya:

“Ketika aku kecil, Ibuku memanggilku. Pada saat itu, Rasulullah saw sedang berada di rumah kami. Ibuku berkata kepadaku: ‘Kemarilah nak, aku akan memberikanmu sesuatu’. Lalu Rasulullah saw bertanya kepada ibuku, ‘Apa yang hendak engkau berikan kepadanya?’. Ibuku menjawab: ‘Aku akan memberinya kurma.’ Lalu Rasulullah berkata kepada ibuku, ‘Maka jika nanti kau tidak memberinya sesuatu (kurma) maka engkau pasti dicatat telah berbohong’.”

Sabda Rasulullah saw riwayat Abu Dawud dan at-Tirmidzi

وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ بِالْحَدِيْثِ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمُ فَيُكَذِّبَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

Artinya: Celakalah orang yang membicarakan suatu peristiwa untuk membuat tertawa suatu kelompok orang lalu dia membuat kebohongan (peristiwa itu). Celakalah dia, celakah dia!

Rasulullah juga bersabda mengenai pengertian perilaku berbohong yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim; diterima dari Abu Hurairoh.

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِباً أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

Artinya: Cukuplah bagi seseorang melakukan suatu kebohongan yaitu dengan menceritakan setiap hal yang dia dengar.

Ucapan yang Disepelekan: Simpulan

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan beberapa poin sebagai berikut.

  1. Diwajibkan menjauhi perilaku berbohong meskipun pada anak-anak
  2. Berbohong merupakan suatu hal yang dilarang meskipun dengan tujuan menghibur orang lain
  3. Menceritakan segala hal yang didengar merupakan suatu keburukan; karena dimungkinkan sebagian yang didengarnya itu adalah suatu kebohongan.

Semoga bermanfaat.

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *