Etika Bertetangga dan Haq Tetangga

Please log in or register to like posts.
etika-bertetangga

Bloggersiana.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah artikel yang berjudul etika bertetangga dan hak tetangga. Sebagai seorang muslim, layak bagi kita untuk menjadikan firman Allah dan sunnah Rasul-Nya sebagai panduan hidup. Tentunya kita tahu bahwa kita tidak akan hidup selamanya di dunia ini. Allah swt juga telah memberitahukan bahwa kita nanti akan hidup kekal di akhirat. Orang yang beramal baik akan mendapatkan tempat yang baik. Sedangkan orang yang beralam buruk akan mendapatkan tempat yang buruk.

etika bertetangga

Haq Tetangga

Islam adalah agama Allah swt yang dibawa oleh utusan-utusan-Nya dari mulai Nabi Adam as sampai dengan Nabi Muhammad saw. Islam adalah agama yang sempurna. Salah satu yang menunjukkan kesempurnaannya adalah adanya sebuah petuah tentang etika bertetangga dan bermasyarakat.

Rekomendasi Bloggersiana:

Di antara etika-etika bertetangga adalah sebagai berikut.

  • Seorang muslim harus memenuhi hak bertetangga yaitu berbuat kebaikan kepada tetangga. Hal ini didasari oleh firman Allah swt:

وَاعْبُدُوا اللهَ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ

Artinya: Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Daan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh.

  • Seorang muslim tidak boleh menyakiti tetangganya baik dalam bentuk ucapan maupun perbuatan. Hal ini didasari hadits Rasulullah saw:

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ

Artinya: Diterima dari Abu Hurairoh ra bahwasannya Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia menyakiti tetangganya.”

  • Seorang muslim harus saling menutupi keburukan antar tetangga. Hal ini ditegaskan dalam hadits Nabi Muhammad saw:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ قِيْلَ: مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارَهُ بِوَائِقِهِ

Artinya: Diterima dari Abu Hurairoh ra Bahwasannya Nabi saw bersabda: Demi Allah dia tidak beriman, demi Allah dia tidak beriman, demi Allah dia tidak beriman. Ditanyakan: Siapa wahai Rasul? Rasul menjawab: Seseorang yang tidak menjaga kejelekan tetangganya.

Dapat disimpulkan bahwa seorang tetangga itu merupakan sosok yang penting. Hal ini dikarenakan kita tidak boleh menyakitinya dan menyebarkan aib buruknya. Begitu pula apa yang akan dilakukannya bagi kita. Karena sejatinya ketika kita memiliki tetangga maka kita juga merupakan seorang tetangga baginya.

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *