Etika Bepergian dalam Islam Berdasarkan Sunnah

Please log in or register to like posts.
etika bepergian dalam islam

Bloggersiana.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah artikel tentang etika bepergian dalam Islam berdasarkan sunnah Rasul saw. Sebagai seorang muslim, kita memiliki seorang suri tauladan sempurna yaitu baginda Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu sangat pantas apabila dalam setiap perilaku kita merujuk pada perilaku Nabi Muhammad saw. Mari kita lihat beberapa riwayat yang menjelaskan tentang etika bepergian baginda Rasul saw.

etika bepergian dalam islam

Etika bepergian dalam Islam dari Rasul saw beserta penjelasnnya.

  • Jika seseorang hendak bepergian, maka hari terbaik untuk pemberangkatan adalah hari Kamis.
Rekomendasi Bloggersiana:

Berdasarkan perilaku yang pernah dan sering dilakukan oleh Rasulullah saw yang disampaikan dari generasi ke generasi melalui riwayat-riwayat ahli hadis.

عن كعب بن مالك رضي الله عنه “أن النبي صلى الله عليه وسلم خرج في غزوة تبوك يوم الخميس، وكان يحب أن يخرج يوم الخميس” أخرجه البخاري

Artinya: Diterima dari Ka’ab bin Malik ra., bahwa Nabi saw keluar perang Tabuk pada hari Kamis dan Beliau saw menyukai keluar pada hari Kamis. HR al-Bukhori

  • Jika seseorang hendak bepergian, maka lebih baik tidak melakukan perjalanan sendirian.

Hal ini didasarkan pada dua hadis berikut ini:

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “لو أن الناس يعلمون من الوحدة ما أعلم ما سار راكب بليل وحده” أخرجه البخاري

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “الراكب شيطان والراكبان شيطانان، والثلاثة ركب” أخرجه أبو داود والترمذي

Artinya:

Diterima dari Ibnu Umar ra., Belau berkata: Rasulullah saw bersabda: Jika seandainya manusia mengetahui (akibat) dari kesendirian maka Aku tidak mengetahui mengapa seseorang bepergian di malam hari sendirian. HR al-Bukhori

Diterima dari Abdullah bin Amr ra., Beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: Seseorang yang bepergian sendiri adalah setan, dua orang yang bepergian adalah setan, dan tiga orang yang bepergian adalah (benar-benar) bepergian. HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi

  • Jika seseorang hendak bepergian bersama, maka lebih baik untuk mengangkat seorang pemimpin rombongan.

Hal di atas didasarkan pada hadis Rasulluah saw dibawah ini:

عن أبي سعيد رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “إذا خرج ثلاثة في سفر فليؤمروا أحدهم” أخرجه أبو داود

Artinya: Diterima dari Abu Said ra., Beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: Jika ada tiga orang yang bepergian maka angkatlah salah satu dari mereka untuk menjadi pemimpin. HR Abu Dawud

Semoga bermanfaat.

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *