Etika dan Sunnah ketika Bermimpi Beserta Penjelasannya

Please log in or register to like posts.
etika dan sunnah ketika bermimpi

Bloggersiana.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah artikel tentang etika dan sunnah ketika bermimpi menurut Islam berdasarkan sunnah Rasul saw. Sebagai seorang muslim, kita memiliki seorang suri tauladan sempurna yaitu baginda Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu sangat pantas apabila dalam setiap perilaku kita merujuk pada perilaku Nabi Muhammad saw. Mari kita lihat beberapa riwayat yang menjelaskan tentang etika dan sunnah dalam bermimpi Rasul saw.

etika dan sunnah ketika bermimpi

Etika dan sunnah ketika bermimpi.

  • Jika seorang muslim bermimpi buruk maka dia disunatkan untuk meludah ke sebelah kiri sebanyak tiga kali, meminta perlindungan kepada Allah, dan mengganti posisi arah tidur ke arah yang lain dari sebelumnya ketika dia mendapatkan mimpi buruk.
Rekomendasi Bloggersiana:

Hal ini didasarkan pada ucapan Rasulullah saw yang disampaikan oleh Abu Qotadah.

الرؤيا من الله والحلم من الشيطان، فإذا رأى أحدكم شيئاً يكرهه فلينفث عن يساره ثلاث مرات وليتعوذ بالله من شرها، فإنها لن تضره

Artinya:

Mimpi (penglihatan) itu dari Allah dan mimpi (berjima) itu dari setan. Maka jika salah seorang di antara kalian memimpikan sesuatu yang tidak menyenangkan maka meludahlah ke sebelah kanan sebanyak tiga kali dan memintalah perlindungan kepada Allah dari keburukan mimpi itu. Karena sesungguhnya mimpi buruk tidak akan bisa memberikan kemadaratan.

Etika dan sunnah ketika bermimpi Kandungan Hadis

  1. Bermimpi itu ada dua jenis: mimpi baik dan mimpi buruk.
  2. Ihtilam atau mimpi bersetubuh termasuk kategori mimpi buruk walaupun kadang terkesan “menyenangkan”.
  3. Dianjurkan meludah atau meniupkan angin dari mulut yang mengesankan bahwa kita tidak menyukai hal itu sebanyak tiga kali ke sebelah kiri.
  4. Dianjurkan meminta perlindungan kepada Allah.
  5. Seseorang harus meyakin bahwa mimpi buruk tidak akan mempengaruhi kenyataan dan atau tidak akan memberi kemadaratan.
  • Jika seorang muslim bermimpi buruk maka dia tidak boleh menceritakan mimpi tersebut kepada orang lain.

Hal ini didasarkan pada ucapan Rasulullah saw yang disampaikan oleh Abu Said al-Khudri.

إذا رأى أحدكم الرؤيا يحبها فإنما هي من الله فليحمد الله عليها وليحدث بها، وإذا رأى غير ذلك مما يكره فإنما هي من الشيطان، فليستعذ بالله من شرها ولا يذكرها لأحد فإنها لا تضره

Artinya: Jika seseorang di antara kalian memimpikan sesuatu yang disukainya maka sesungguhnya mimpi itu dari Allah dan orang tersebut harus bersyukur kepada Allah dan memnceritakan mimpi itu. Namun jika memimpikan sesuatu yang dibencinya maka sesungguhnya mimpi itu dari setan dan orang tersebut harus meminta perlindungan kepada Allah dan tidak menceritakan mimpi itu kepada orang lain. Karena sesungguhnya mimpi buruk tidak akan bisa memberikan kemadaratan.

Etika dan sunnah ketika bermimpi Kandungan Hadis

  1. Seseorang yang bermimpi dari Allah dianjurkan untuk bersyukur dan menceritakan mimpi tersebut.
  2. Seseorang yang bermimpi dari setan dianjurkan untuk meminta perlindungan kepada Allah dan tidak menceritakan mimpi tersebut kepada orang lain.
  3. Seseorang harus meyakin bahwa mimpi buruk tidak akan mempengaruhi kenyataan dan atau tidak akan memberi kemadaratan.
  • Jika seorang muslim bermimpi basah maka dia tidak boleh menceritakan mimpi tersebut kepada orang lain.

Hal ini didasarkan pada sabda Nabi saw yang disampaikan oleh Jabir bin Abdillah.

لا يحدثن أحدكم بتلعب الشيطان به في منامه

Artinya: Siapa saja di antara kalian dilarang untuk menceritakan mimpi bermain-main dengan setan (mimpi jima).

Kandungan Hadis

  1. Bermimpi jima termasuk mimpi yang makruh atau dibenci.
  2. Bermimpi jima merupakan bermimpi bermain-main dengan setan.
  3. Seseorang dilarang menceritakan mimpi jimanya kepada orang lain.

Semoga bermanfaat.

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *