4 Standar Kompetensi Guru Yang Harus Dimilki Pengajar

Please log in or register to like posts.
Artikel

Standar Kompetensi Guru – Sudah seharusnya Guru harus mendapat perhatian penuh agar sistem pendidikan dapat berjalan dinamis dan maju. Guru adalah ujung tombak sistem pendidikan. Kehadiran guru yang berilmu, terampil, dinamis dan adem merupakan salah satu faktor yang dapat menjadikan bangsa yang maju dan tercerahkan.

 

Keputusan Konsep

Kriteria kompetensi guru merupakan pertimbangan, penanda, metrik dan parameter yang dapat digunakan untuk menentukan seberapa baik, baik, berkualitas dan kompetennya seorang guru dalam melaksanakan tugas profesionalnya (guru).

Rekomendasi Bloggersiana:

 

Kompetensi guru itu sendiri terdiri dari berbagai macam kombinasi komunikasi, keluarga, teknis, moral, sains, informasi, dan keterampilan pribadi. Hal inilah yang menjadi dasar awal pembentukan standar profesi guru.

 

Kualitas kompetensi guru itu sendiri meliputi pemahaman siswa, keterampilan mata pelajaran yang dilaksanakan, profesionalisme, pengembangan diri, dan pembelajaran praktik.

 

Terdapat pula standar kompetensi guru, sehingga setiap guru yang berada di bawah norma akan meningkatkan dirinya dengan standar tersebut menjadi lebih baik. Selanjutnya guru yang sudah berada di atas tingkat kompetensi akan terus ditingkatkan agar tidak tergelincir di bawah tingkat kompetensi yang telah ditetapkan.

Berikut 4 Standar Kompetensi Guru yang harus dimiliki:

1

Kompetensi Profesional

Kompetensi pertama adalah teknis, yang menuntut guru untuk dapat melaksanakan, melaksanakan dan melaksanakan tugas-tugas profesionalnya dengan baik. Ciri-ciri guru yang sukses antara lain selalu menunjukkan sikap guru yang ideal, bertanggung jawab, selalu ingin meningkatkan, selalu meningkatkan kualitas diri, mengejar cita-cita sebagai guru yang ideal, dll. Berikut kriteria penilaian kompetensi profesional guru berdasarkan Permendiknas No.16 tahun 2007. Memahami kerangka kerja, filosofi, konten, dan wawasan empiris yang dapat membantu pengajaran mata pelajaran. Memahami keterampilan dasar & prinsip kompetensi mata pelajaran yang akan diajarkan. Lebih penting untuk menetapkan topik yang diajarkan. Terus tingkatkan profesi dengan melakukan refleksi. Untuk menghubungkan dan meningkatkan kualitas diri dengan menggunakan konektivitas dan teknologi informasi. Kompetensi pedagogik merupakan kompetensi guru yang memungkinkan guru untuk mengetahui, memahami dan mampu mengenali kemungkinan kapabilitas dan kemampuan belajar peserta didik. Instruktur harus bersedia dan memiliki keterampilan untuk berempati dengan orang lain dalam kapasitas ini. Selain keterampilan tersebut, guru diharapkan mampu merancang dan membuat kurikulum sehingga guru dapat menjadikan pembelajaran yang bermakna, berkesan, dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Di bawah ini adalah standar berdasarkan Permendiknas No. 16 tahun 2007 tentang penilaian kompetensi pedagogik guru. Memahami filosofi pembelajaran dan konsep pembelajaran yang baik untuk sekolah. Kurikulum yang ada dengan mata pelajaran yang akan disampaikan dapat dibuat. Memahami aspek budaya, mental, fisik, sosial, intelektual, dan moral dari kemampuan, atribut, ciri, dan keunikan siswa. Jalankan program untuk pertumbuhan dan pembelajaran profesional. Untuk membantu program pembelajaran, konektivitas dan teknologi informasi dapat digunakan secara optimal. Membimbing setiap siswa untuk mencapai potensi penuh mereka dan membimbing mereka. Siswa harus berinteraksi dengan empatik, baik, efisien. Lakukan penilaian dan tinjauan praktik dan efek pembelajaran. Untuk pemahaman yang lebih baik, gunakan data penilaian dan pengujian. Melakukan praktik refleksi yang bertujuan untuk meningkatkan standar belajar mengajar.
2

Kompetensi Sosial

Agar dapat berinteraksi dengan baik dengan siswa, orang tua, dunia dan sesama guru, kompetensi sosial merupakan keterampilan guru. Secara tidak langsung atau implisit, kontak yang berhasil dapat dilakukan. Kriteria penilaian kompetensi sosial guru di bawah ini berdasarkan Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007. Mampu berperilaku kritis dan inklusif serta memiliki sikap empati, toleransi dan non diskriminasi terhadap setiap orang baik mahasiswa, rekan kerja maupun masyarakat, berdasarkan keyakinan, sejarah, warna kulit, agama, gender dan status sosial. Mulai dari sesama rekan, wali mahasiswa, komunitas dan peserta didik akan berkomunikasi dengan baik. Proaktif dalam memelihara sejarah dan melestarikannya. Penemuan kreatif yang dapat diukur dan dijadwalkan dengan cermat. Memiliki watak yang hangat tanpa mengorbankan individualitas, keyakinan spiritual, cita-cita yang diyakini, kepada semua orang. Mereka harus menampilkan diri dengan rapi dan alami. Ini akan tetap memainkan peran aktif dalam praktik pekerjaan sosial. Untuk setiap kesempatan, tepat waktu. Mampu beradaptasi dengan cepat ke tempat pelayanan di Indonesia yang memiliki perbedaan budaya dan sosial yang berbeda. Pengalaman langsung (lisan) dan tidak langsung (tertulis) akan terhubung dengan baik dengan kelompok dan sesama guru.
3

Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian merupakan kompetensi yang memungkinkan guru untuk bersikap optimis terhadap sesama guru dan peserta didik serta menjadi panutan. Berikut adalah standar berdasarkan Permendiknas No. 16 tahun 2007 tentang penilaian kompetensi kepribadian guru. Menerapkan dan melaksanakan kegiatan dengan baik di dalam pagar standar agama, sosial, budaya dan hukum Negara Indonesia. Menampilkan diri Anda dengan baik, menjadi pribadi yang positif, dapat dipercaya, konsisten, bersih, serta dapat menjadi panutan dan teladan bagi peserta didik. Kode etik untuk profesi guru dipatuhi semaksimal mungkin. Menampilkan diri sebagai pribadi yang solid, dewasa, aman, bijak, dan berwibawa. Menunjukkan mental yang bertanggung jawab, bekerja keras, menghargai diri sendiri dan bangga sebagai guru. Mulai dari iman dan kehidupan, guru akan mendorong dan mengamalkan semua nilai moral yang positif. Bertanggung jawab dan dapat diandalkan. Dalam meningkatkan karir mengajarnya, dia akan menggunakan waktu dengan bijak, produktif dan akurat. Misalnya bisa menjadi sosok yang bisa diandalkan, berperilaku layaknya seorang pemimpin Mampu bertingkah laku dalam percakapan, interaktif, supel, sopan dan baik. Bersikaplah konsisten, aman, dan stabil secara fisik dan mental.
4

Kompetensi Dasar Guru

Ada sepuluh kompetensi atau keterampilan dasar guru menurut pendapat Samana (1994: 61-68), antara lain: Guru harus mampu memahami dan menguasai pengajaran sains, sumber daya, dan pengetahuan. Kelas dapat dikelola dan dikoordinasikan dengan baik oleh guru. Guru memahami pendidikan fundamental, meliputi filosofi pendidikan, teori pendidikan, penyelenggaraan pendidikan, dan psikologi pendidikan. Sebuah rencana pelajaran dapat direncanakan oleh instruktur. Layanan, alat dan media pembelajaran dapat dimanfaatkan dan dimaksimalkan oleh guru. Guru memiliki kemampuan untuk mengoordinasikan pengalaman belajar dengan siswa. Pengajar harus menghargai kemampuannya untuk tumbuh dan berkembang demi kepentingan siswa. Keuntungan dari program layanan peringatan dan umpan balik dipahami oleh para guru. Guru mengetahui pengelolaan administrasi sekolah dan dapat terlibat di dalamnya. Guru akrab dengan konsep analisis pendidikan dan dapat menerjemahkan studi ini menjadi pengajaran dan pembelajaran untuk kemajuan bersama.

Who liked ?

One comment on “4 Standar Kompetensi Guru Yang Harus Dimilki Pengajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *