Khusyuk dalam Shalat dan Bahasannya

Please log in or register to like posts.
khusyuk dalam shalat

Sebelumnya telah saya buatkan ceramah singkat yang berjudul Orang-orang yang khusyuk dalam Shalat dengan mengutip surat al-Mu’minun ayat 1-2. Pada kesempatan kali ini, saya ingin memberikan bahasan yang lebih luas mengenai ayat tersebut tanpa adanya formalitas skema ceramah. Dengan harapan memberikan pembahasan yang lebih jelas dan lebih luas.

QS. Al-Mu’minun ayat 1-11

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خاشِعُونَ (2) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (3) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكاةِ فاعِلُونَ (4) وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حافِظُونَ (5) إِلاَّ عَلى أَزْواجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغى وَراءَ ذلِكَ فَأُولئِكَ هُمُ العادُونَ (7) وَالَّذِينَ هُمْ لِأَماناتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ راعُونَ (8) وَالَّذِينَ هُمْ عَلى صَلَواتِهِمْ يُحافِظُونَ (9) أُولئِكَ هُمُ الْوارِثُونَ (10) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيها خالِدُونَ (11)

Artinya: (1) Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (2) (yaitu) orang yang khusyuk dalam sholatnya, (3) dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, (4) dan orang yang menunaikan zakat, (5) dan orang yang memelihara kemaluannya, (6) kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. (7) Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (8) Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya, (9) serta orang yang memelihara sholatnya. (10) Mereka itulah orang yang akan mewarisi, (11) (yakni) yang akan mewarisi (Surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Rekomendasi Bloggersiana:

Rentetan ayat di atas merupakan kumpulan sifat-sifat orang mu’min. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Shalat dengan khusyuk
  2. Menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak berguna
  3. Menunaikan zakat
  4. Mejaga kemaluan
  5. Memelihara amanat dan janji
  6. Memelihara shalat

Rasulullah saw. telah bersabda mengenai ayat-ayat ini, “Sungguh telah diturunkan kepadaku 10 ayat yang mana jika seseorang melaksanakannya maka dia akan masuk surga”. Ini merupakan keistimewaan dari kumpulan ayat-ayat di atas agar kita mengamalkannya.

Aisyah ra. Telah menegaskan bahwa akhlak Rasulullah saw. itu al-Quran dan kesemuanya ini terkumpul pada surat al-Mu’minun ayat 1-11. Riwayat lain menyebutkan bahwa ketika surga diperintahkan untuk berbicara, maka yang surga katakan adalah ayat-ayat di atas. Begitu istimewanya orang-orang mu’min dengan semua sifat-sifat yang disebutkan pada ayat-ayat di atas.

khusyuk dalam shalat

Bahasan al-Mu’minun ayat 1-2 Khusyuk dalam Shalat

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خاشِعُونَ (2

Artinya: (1) Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (2) (yaitu) orang yang khusyuk dalam sholatnya,

Allah swt. berfirman, “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman”. Orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang menang dan berbahagia dengan keimanannya. Mereka itu adalah orang-orang yang melaksanakan kriteria kemu’minan pada surat al-Mu’minun ayat 1-11.

Salah satu sifatnya adalah khusyuk dalam shalat. Khyusuk dalam shalat itu adalah tenangnya hati. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa dahulu para sahabat melaksanakan shalat dengan mengangkat pandangan mereka ke langit. Tetapi setelah diturunkannya surat al-mu’minun ayat 1-2, mereka shalat dengan menundukkan kepalanya ke tempat sujud mereka di sekitaran tempat shalat mereka.

Ketika seseorang dapat khusyuk dalam melaksanakan shalat, maka dia akan merasakan bahwa shalat itu adalah waktu istirahat baginya. Tidak terasa cape, tidak terasa berat. Tetapi shalat akan menjadi hiasan mata (keindahan) baginya.

Poinnya adalah orang-orang mu’min itu adalah orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya. Khusyuk itu perkara hati tetapi akan terbentuk pada jasad dengan bentuk tunduknya penglihatan kita ke arah tempat shalat kita atau tempat sujud kita. Akan terwujud juga dalam bentuk rasa senang dan tenang serta jadinya shalat sebagai waktu istirahatnya.

Nobody liked ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *