Modul Diklat Penguatan Kepala Sekolah

Modul Diklat Penguatan Kepala Sekolah – Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut para pemimpin sekolah untuk mengembangkan kompetensinya secara harmonis. Inovasi menjadi kunci terpenting di era Industri 4.0 saat ini. Kepala sekolah harus mampu melatih peserta didik dengan kompetensi abad 21, yang dapat berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi dan berkomunikasi. Siswa berkualitas tinggi adalah hasil dari sistem sekolah yang baik.

Kepala sekolah memiliki peran sentral dalam mengelola input, proses dan hasil sesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang ditetapkan pada tahun 2015. Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 13 Tahun 2005 Peraturan Pemerintah no. 19 Amandemen Kedua. Standar Nasional Pendidikan.

Modul Diklat Penguatan Kepala Sekolah

Modul Diklat Penguatan Kepala Sekolah

Salah satu prioritas Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud adalah kompetensi kepala sekolah yang mampu meningkatkan pemikiran visioner dalam mengarahkan dan mengelola sekolahnya. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan tata kelola yang berkualitas dan budaya di sekolah yang sangat kompetitif untuk kepemimpinan di abad ke-21. Kepemimpinan kepala sekolah di abad 21 dapat dicapai melalui beberapa strategi, seperti berikut ini.

Diklat Penguatan Kompetensi Pengawas Dan Workshop Kompetensi Kepala Sekolah

Pertama-tama, pemimpin harus mampu melihat peluang dan kemungkinan yang ada, mengenali permasalahan sekolahnya sebagai dasar pengembangan sekolah. Bagi pimpinan sekolah, yang terpenting adalah partisipasi aktif para pemangku kepentingan sekolah – guru, tenaga kependidikan, siswa dan orang tua, serta pihak-pihak yang terlibat di luar sekolah – dalam menyelesaikan permasalahan sekolah.

Modul Diklat Penguatan Kepala Sekolah

Kedua, manajer dalam perannya sebagai supervisor harus mampu berperan sebagai pemimpin instruksional dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran abad 21 berdasarkan konsep kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Ketiga, kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan abad 21 harus mampu mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan di sekolah, termasuk guru, tenaga kependidikan, dan orang tua, untuk menciptakan pendidikan yang dinamis bersama dengan perkembangan Industri 4.0.

Modul Diklat Penguatan Kepala Sekolah

Peserta Terbaik Diklat Penguatan Kepala Sekolah Ibu Dra. Hj. Mariya Ernawati, M.m.

Keempat, kepala sekolah harus antusias mendukung dan menghormati guru, tenaga kependidikan, dan siswa berprestasi atas prestasi, inovasi, dan prestasi lain yang dibanggakannya.

Oleh karena itu, menurut pendapat Dirjen GTK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dalam rangka membantu pelaksanaan diklat untuk meningkatkan kompetensi pimpinan sekolah dengan penguatan pimpinan sekolah, Dirjen Kementerian. Pendidikan dan Kebudayaan GTK Republik Indonesia memandang perlu untuk merilis modul pelatihan penguatan pemimpin sekolah. Anda dapat mengunduh modul latihan kekuatan dasar dengan mengklik tautan ini.

Modul Diklat Penguatan Kepala Sekolah

Modul merupakan pedoman dan acuan yang membantu kepala sekolah mengembangkan keterampilan dan karir dengan melaksanakan pelatihan pengembangan kepala sekolah sebagai salah satu syarat menjadi kepala sekolah. Pasal 21e mengatur bahwa direktur yang sedang menjabat sebagaimana dimaksud dalam huruf a tidak memiliki sertifikat kelulusan pendidikan dan pelatihan bagi calon direktur sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat 7. mereka harus mengikuti dan memelihara pendidikan dan pelatihan untuk memperkuat kepala sekolah; Permendikbud ini terbit Diposting di Jakarta pada tahun 2018. 9 April Menurut Permendikbud nomor 6 2018 ada dua kategori kepala sekolah: (1) kepala sekolah yang diangkat sebelum 2018; 9 April dan masih aktif sebagai direktur sekolah. Direksi yang diangkat setelah tahun 2018 juga harus berpartisipasi. pada tanggal 9 April mengikuti pelatihan calon pengurus dan mendapatkan sertifikat calon pengurus dari instansi yang berwenang yaitu LPPKS.

Contoh Laporan Diklat Penguatan Pengawas Sekolah Pdf

Melanjutkan tahun 2018 “Permendikbud” no. 6, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus menyiapkan anggaran yang sangat besar untuk melatih kepala sekolah di masa mendatang dan memperkuat kepala sekolah melalui program BANPEM.

Modul Diklat Penguatan Kepala Sekolah

Diklat kepala sekolah berlangsung dalam 71 jam pelajaran selama 8 hari dengan materi yang sangat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kepala sekolah menurut Permendikbud nomor 6 tahun 2018 – tugas kewirausahaan, tugas manajemen dan tugas. mengawasi guru dan tenaga kependidikan.

Materi yang harus dikuasai peserta pelatihan selama delapan hari: (1) literasi digital; 2) metode analisis manajemen; (3) pengembangan RKS; 4) pengelolaan keuangan; (5) manajemen kurikulum; 6) pengelolaan sarana dan prasarana; (7) manajemen mahasiswa; (8) Manajemen MOBIL; (9) supervisi guru dan PK; (10) pemeliharaan dan tren PK; (11) Rencana PKB; (12) pergantian kepemimpinan; (13) pendidikan kewirausahaan; dan (14) pengembangan sekolah berbasis 8 SNP.

Modul Diklat Penguatan Kepala Sekolah

Ma’arif Nu Di Yogyakarta Selenggarakan Diklat Penguatan Kepala Sekolah

Peserta pelatihan harus mengikuti semua sesi, mengerjakan lembar kerja di setiap sesi pelatihan dan mengikuti pre-test dan post-test, karena persyaratan untuk lulus peserta dinilai berdasarkan sikap, pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan penilaian Directive 2013. yang disediakan dalam kurikulum.

Nilai sikap adalah nilai keaktifan, kerjasama, dan partisipasi peserta diklat. Nilai pengetahuan adalah nilai yang diperoleh peserta dari mengerjakan soal-soal post-test. Skor keterampilan diperoleh dari kinerja peserta dalam membuat lembar kerja untuk setiap mata pelajaran. Dengan nilai sikap, pengetahuan dan keterampilan yang baik, diakui para peserta telah lulus diklat dan mendapatkan sertifikat serta mendapatkan NUKS.

Modul Diklat Penguatan Kepala Sekolah

I, sebagai Diklat Penguatan Dasar Kabupaten Karawang yang diselenggarakan oleh LPPKS Kemendikbud bersama UPI Bandung pada tahun 2019. 7-14 November Di Hotel Takasyimaya, Lembang, Bandung, Peserta Tahap II, saya merasakan manfaat yang luar biasa. karena bahan ajarnya sesuai dengan kebutuhan pimpinan sekolah di daerah ini. Selain itu, sangat bermanfaat untuk saling berbagi pengalaman antar peserta pelatihan untuk menambah pengetahuan dan wawasan para peserta pelatihan, sebagai bekal yang membantu memajukan sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. Oleh karena itu, setelah mengunjungi pelatihan, saya akan menerapkan teori, wawasan, pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan pelatihan untuk menjadikan sekolah yang berkualitas. Penanggung jawab Dra.Garti Sri Utami, M.Ed. J KELOMPOK KOMPETEN PENGAWASAN AKADEMIK Komposer Yandri D. I. Snae, S.Pd., M.T.; ; Atik Catur Budiati, M.A.; ; Riva Nerindra Bihara, S.S., M.Pd; ; Reviewer Erry Utomo, Ph.D.; ; dr. dr. Djok Saryono; ; dr. dr. Arismundar; ; Eka Dewi Nuraeni, M.Pd.; ; Yanti Dewi Purwanti, S.Psi., M.Si.; ; dr. dr. Siswandi, M.Stats.; ; dr. Nikmah Nurbaity, S.Pd., M.Pd.; ; dr. Dan Sukoko; ; Diposting oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Hak Cipta 2017 Edisi ke-1: Juli 2017 Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang ditulis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Sembilan Puluh Dua Kepala Sekolah Muhammadiyah Kabupaten Magelang Ikut Diklat Penguatan

6 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DIREKTUR JENDERAL GURU DAN STAF PENDIDIKAN… i PENDAHULUAN… ii DAFTAR GAMBAR… vi DAFTAR TABEL… vii PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL… viii BAGIAN I DESKRIPSI KETENTUAN UMUM. .. 1 SUPERVISI AKADEMIK .. 1 Pendahuluan… 1 Peta Kompetensi Pengembangan Karakter… 4 Tujuan Kompetensi… 6 Tujuan Pembelajaran… 6 Organisasi Pembelajaran… 6 Isi Modul… 7 Strategi Pembelajaran. . 8 Prinsip Penilaian Pengembangan Profesional Berkelanjutan… 8 BAGIAN II. TAHAP PELAYANAN PEMBELAJARAN Pendahuluan…10 Topik 1. PERENCANAAN SUPERVISI AKADEMIK…10 Kegiatan 1. Menjalin Hubungan Pengawasan Akademik…11 Kegiatan 2. Menetapkan Perencanaan Supervisi Akademik…12 Kegiatan 3. Membaca Perencanaan Kasus Supervisi Akademik . 13 Kegiatan 4 . Merumuskan tujuan dan kriteria supervisi akademik…14 Kegiatan 5. Membuat jadwal supervisi akademik…15 Kegiatan 6. Menyebutkan metode dan teknik supervisi akademik…16 Kegiatan 7. Memilih pendekatan dan teknik supervisi akademik . ..17 Kegiatan 8. Identifikasi alat supervisi akademik…18 Rangkuman isi…20 Soal praktikum…21 Bahan bacaan 1. Proses pembelajaran yang berkualitas…26 Bahan bacaan 2. Supervisi bahan akademik.. 28 Bacaan materi 3. Metode dan metode supervisi akademik…32 ISI 2. MELAKSANAKAN SUPERVISI AKADEMIK…37 kegiatan 9. Melaksanakan supervisi akademik perangkat pembelajaran…38 kegiatan 10. Melaksanakan supervisi akademik proses pembelajaran guru…44 Kegiatan 11. Melaksanakan supervisi penilaian belajar anak…50 Rangkuman isi …52 Soal praktis… 52 TOPIK 3. ANALISIS DATA PENGAWASAN AKADEMIK…55 Pelajaran 12 . Menganalisis hasil supervisi akademik… 55 Rangkuman materi… .58 Soal praktikum…58 TOPIK 4. UMPAN BALIK DAN RENCANA AKSI…60 Kegiatan 13. Mengembangkan umpan balik…60 Kegiatan 14 Merumuskan tindak lanjut -up rencana supervisi akademik… 61 Ringkasan mata kuliah… 64 iv

Modul Diklat Penguatan Kepala Sekolah

7 Pertanyaan praktis…64 Bahan bacaan 4. Umpan balik supervisi akademik…66 5. TEMA. LAPORAN PENGAWASAN AKADEMIK…68 Kegiatan 15. Menyiapkan dokumen laporan…68 Rangkuman materi…70 Pertanyaan praktis. .70 Bahan bacaan 5. Laporan supervisi akademik…72 REFLEKSI…73 RENCANA AKSI LEBIH LANJUT…73 BAGIAN III. TAHAP BELAJAR KERJA…74 Pendahuluan…74 DAFTAR ISI 1. PERENCANAAN SUPERVISI AKADEMIK…75 Kegiatan 1. Jadwal Supervisi Akademik…75 Kegiatan 2. Pemilihan metode dan teknik supervisi akademik…75 DAFTAR ISI 2 PELAKSANAAN PENGAWASAN AKADEMIK …76 Kegiatan 3 . Supervisi Akademik Implementasi Perangkat Pembelajaran…76 Kegiatan 4 . Pelaksanaan supervisi akademik terhadap proses pembelajaran guru…76 Kegiatan 5. Pelaksanaan supervisi penilaian hasil belajar anak…77 DAFTAR ISI 3 . ANALISIS DATA SUPERVISI AKADEMIK…78 Kegiatan 6. Analisis Hasil Supervisi Akademik…78 MATA PELAJARAN 4. UMPAN BALIK DAN RENCANA TINDAKAN LEBIH LANJUT UNTUK MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN…79 Desain 7. Kegiatan. .79 Kegiatan 8 . Membuat rencana aksi supervisi akademik…79 ISI 5. LAPORAN KINERJA SUPERVISI AKADEMIK…80 Kegiatan 9. Menyiapkan dokumen laporan…80 Kegiatan 10. Menyiapkan laporan dan materi presentasi…80 REFLEKSI .. .81 BAGIAN IV. TAHAP PEMBELAJARAN LAYANAN Pendahuluan…82 Sesi 1 . Penyajian laporan kegiatan…82 Kegiatan 2 . Berbagi praktik yang baik dan memperkuat konsep…82 Sesi 3 . Evaluasi dan umpan balik guru…83 Sesi 4 . Penyusunan Rencana Berkelanjutan…83 Refleksi…83 MODUL KESIMPULAN…84 KUNCI JAWABAN…90 LAMPIRAN 2. PENDAHULUAN PENDIDIKAN INKLUSIF DAN PERLINDUNGAN KESEJAHTERAAN ANAK…94 LAMPIRAN 3. PENDAHULUAN HASIL BELAJAR BERDASARKAN PENILAIAN PRINSIP v.

8 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 . Peta kompetensi supervisi akademik… 3 Gambar 2 . Siklus supervisi akademik…11 Gambar 3 . Tiga Tujuan Supervisi Akademik…28 Gambar 4 . Langkah-langkah untuk menerapkan perawatan klinis. .31 vi

Modul Diklat Penguatan Kepala Sekolah

Petunjuk Pelaksanaan Pendidikan Dan Pelatihan Penguatan Kepala Sekolah

10 PANDUAN PENGGUNA PENGGUNAAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL BERKELANJUTAN 1. Modul supervisi akademik ini meliputi Perencanaan Supervisi Akademik, Pelaksanaan Supervisi Akademik, Analisis Hasil Supervisi Akademik, Pemberian Umpan Balik dan Pelaksanaan Supervisi Pra Akademik dan Tindak Lanjut. Laporan Hasil Supervisi Akademik. 2. Setelah mempelajari modul

Modul diklat, modul diklat jfa ahli, modul diklat bendahara pengeluaran