Demonstrasi Kontekstual Modul 3.2

Demonstrasi Kontekstual Modul 3.2 – 25 September 2021 07:29 25 September 2021 07:29 Diperbarui: 25 September 2021 07:32 1324 1 0

Setelah membaca Modul 3.2 – Kepala Sekolah dalam pengelolaan sumber daya, seperti PMC, saya mengerti bahwa modul belajar mandiri di sekolah adalah lingkungan dimana terdapat hubungan antara makhluk hidup (makhluk hidup) dan abiotik (benda tak hidup). Kedua hal tersebut berinteraksi sedemikian rupa sehingga tercipta hubungan yang serasi dan harmonis serta saling mempengaruhi dan memerlukan partisipasi aktif satu sama lain. Inilah yang mendefinisikan pola hubungan kerjasama dalam satu bidang.

Demonstrasi Kontekstual Modul 3.2

Demonstrasi Kontekstual Modul 3.2

Sebagai pemimpin manajemen sumber daya, Anda harus mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan aset/modal sekolah dengan menggunakan pendekatan tunggal, yaitu pemikiran berbasis aset. Cara ini adalah cara yang berguna untuk menemukan dan mengenali hal-hal baik dalam hidup, dengan menggunakan energi sebagai fokus, kita dipanggil untuk fokus pada hal-hal yang bekerja, yang menginspirasi, menjadi kekuatan atau kekuatan positif. Proses inilah yang kemudian disebut dengan Pengembangan Aset Berbasis Masyarakat (PKBA).

Dot Melajah: 2.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual

Pendekatan PKBA menekankan dan mendorong masyarakat untuk membangun kekuatan mereka dan membangun koneksi melalui kekuatan tersebut agar lebih efektif. Pendekatan ini juga menekankan kemandirian masyarakat untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapinya dengan menggunakan kekuatan dan daya sendiri, sehingga yang diharapkan akan bertambah kekuatannya.

Demonstrasi Kontekstual Modul 3.2

Pendekatan berbasis sumber daya untuk pengembangan masyarakat berfokus pada sumber daya/sumber daya yang dimiliki masyarakat, dalam hal ini sekolah. Ini adalah hasil dari peta kelompok sumber daya sekolah:

Kehadiran kepala sekolah sebagai pemimpin, guru dan staf pengajar serta siswa yang didedikasikan untuk sekolah. Memiliki jiwa iman dan taqwa sebagaimana visi dan misi sekolah mendukung program belajar mengajar dalam program sekolah dan kepedulian yang besar untuk membangun lingkungan sekolah yang sesuai. Administrator sekolah melaksanakan program supervisi, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pengembangan sekolah. Orang tua memberikan dukungan dan kepercayaan penuh kepada sekolah dan masyarakat sebagai sumber pendanaan, pelaksana dan pengguna hasil pendidikan.

Demonstrasi Kontekstual Modul 3.2

Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Ada banyak aturan atau peraturan sekolah yang mengatur semua perilaku guru dan siswa. Budaya menghormati etika, sopan santun, dan rasa hormat. Visi dan misi diselaraskan dengan semua pemangku kepentingan. Satu jenjang seperti karate, pramuka, PMR dan ekstra kurikuler diniyah lainnya serta kerjasama dengan tokoh agama, ORMAS dan arisan ta’lim di sekolah.

Menjadi sekolah sebagai tempat belajar mengajar, ruangan digunakan sebagai tempat serbaguna untuk belajar mengajar, sholat, pertemuan dan lain-lain. Lab komputer untuk program pembelajaran online dan offline serta wifi kampus mendukung pembelajaran.

Demonstrasi Kontekstual Modul 3.2

Terdapat lapangan yang luas dan luas sebagai tempat upacara, permainan atau kompetisi piala atau acara lainnya. Taman yang asri berfungsi sebagai pelengkap dekorasi sekolah yang asri.

Catatan Sipenggerak: Jurnal Refleksi Mingguan Minggu Ke 2 Modul 1.1 (dengan Model Deal)

BOS memberikan bantuan keuangan untuk mendukung operasional sekolah dan biaya pengembangan untuk mendukung program pendidikan berkelanjutan di sekolah.

Demonstrasi Kontekstual Modul 3.2

Sekolah-sekolah di bawah naungan yayasan dan berbasis agama dimana etika, moral dan perilaku warga sekolah pertama diperkenalkan dengan menciptakan dukungan di lembaga diniyah/madrasah. Didukung dengan kegiatan keagamaan yang melibatkan warga sekolah dan masyarakat sekitar serta perilaku yang baik seperti salam 2P1K, kegiatan Duha, kebiasaan baik lainnya. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan PHBI dan peringatan nasional. Melestarikan seni burdah, hadroh dan qasidah di lembaga diniyah Ketika saya hanya bermimpi, itu hanya mimpi. Ketika kita bermimpi bersama, itu adalah awal dari kenyataan. Ketika kita bekerja bersama, mengejar mimpi kita, itu menciptakan surga di bumi. Program CAKEL (BUKU PEMBACA) Gaya Belajar Tradisional. Tujuan dari program ini sejalan dengan visi yang dibuat pada langkah 3 lokakarya.

Tujuan dari program ini adalah menjadikan siswa mandiri dan melek literasi sebagai budaya belajar dengan membacakan cerita setelah istirahat.

Demonstrasi Kontekstual Modul 3.2

Demonstrasi Kontekstual Modul 3.2 Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya

Pertanyaan kunci untuk evaluasi program (dilengkapi dengan pertanyaan kunci yang menjadi tujuan evaluasi)1. Sejauh mana program berjalan sesuai dengan tujuan utama program? 2. Berapa banyak kendala yang ditemui selama pelaksanaan program ini? Kenapa ini terjadi? Banyak kendala yang dihadapi terkait program ini yaitu masih ada siswa yang belum mendapatkan kedisiplinan dengan mengikuti program CAKEL. Tentu saja sulit untuk mengontrol siswa saat belajar online, terutama pada saat pembelajaran kembali setelah liburan, terutama bagi siswa yang tidak memiliki seseorang untuk menemani mereka di rumah, karena orang tua mereka harus bekerja. Peran orang tua di rumah sangat penting dalam pekerjaan ini. b. Fokus pada pengawasan

Kriteria evaluasi untuk pemilihan pertanyaan evaluasi utama yang diisi dengan pilihan program atau tujuan antar program (outcome) untuk dievaluasi/dinilai selama proses program, ini akan digunakan sebagai masukan untuk evaluasi jauh. atau tujuan antar kegiatan (hasil) Menyelesaikan pertanyaan Untuk menentukan arah pengamatan yang mempengaruhi tujuan kegiatan, bagaimana arah kegiatan pembelajaran kepala kelas? Untuk memastikan keberhasilan proyek ini: siswa mengikuti instruksi pemimpin kelas. Sikap apa yang dimiliki siswa terhadap pemimpin kelas ketika pembelajaran dibimbing? vs. Teknik Penambangan Data

Demonstrasi Kontekstual Modul 3.2

Pertanyaan pemantauan Sumber informasi Proses Kapan/Bagaimana cara melengkapi dan pemantauan Pertanyaan kunci Dilengkapi dengan tim/pemangku kepentingan Pertanyaan pemantauan meliputi metode penggalian data ke sumber informasi Contoh: studi penelitian, observasi, wawancara, wawancara/survei dan sesi pengumpulan informasi. pemimpin kelas apakah doa berhasil? Bagaimana siswa lakukan ketika pemimpin kelas membimbing mereka melalui membaca dan menulis? Survei guru dan siswa yang menggunakan Google Buku. D. pemrosesan data berkelanjutan

Jurnal Monolog Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1

Pertanyaan Tindak Lanjut Data yang Dikumpulkan Keputusan Catatan Khusus, Pengecualian, dll. Mengisi pertanyaan lanjutan dan pertanyaan lain tentang tim pengelola program Mengisi data dan informasi yang menjawab pertanyaan lanjutan, melalui berbagai metode Isi kesimpulan yang dapat ditarik dari data dan informasi tersebut untuk menjawab data pertanyaan lanjutan dan informasi di kolom kedua Jika ada catatan untuk mencapai kesimpulan yang tercantum, catat di kolom ini Bagaimana pembagian kerja dalam kelompok? Apakah semua anggota tim melakukan pekerjaan mereka dengan baik? Siswa menggunakan program CAKEL untuk belajar literasi sebagai budaya belajar dan semua anggota tim melakukan pekerjaan mereka dengan baik sebagai gaya belajar untuk program pembelajaran budaya belajar yang sukses.

Demonstrasi Kontekstual Modul 3.2

Faktor Penghambat Pelaksanaan Program Faktor Penghambat Pelaksanaan Program Pendidikan Penuh dengan faktor pendukung keberhasilan program Penuh dengan faktor penghambat keberhasilan program Penuh konsep penting dan temuan yang penting saat pelaksanaan Melaksanakan program kegiatan kelompok Beberapa siswa cepat menyimpulkan dalam membaca , sehingga mengganggu konsentrasi siswa dalam mempelajari hal-hal tertentu. Review: Bagi siswa yang lambat membuat kesimpulan tentang membaca dan literasi di sesi kelas, mereka menerima tip dan saran khusus. F. Program berita

CATATAN TENTANG PENYELESAIAN PROGRAM KURSUS: Program CAKEL (membaca cerita) dilakukan sebagai gaya belajar 10 menit sebelum pelajaran tertentu. Dimainkan 1 kali setelah istirahat pertama. Siswa menggunakan media yang tersedia bagi mereka untuk membaca secara online dan offline. Setelah membaca, siswa menulis poin/kesimpulan utama mereka dalam pertemuan kelas. Rincian pelaksanaan program: – Waktu pelaksanaan: 10 menit sebelum mempelajari suatu mata pelajaran setelah istirahat pertama. – Proses pelaksanaan program: Program CAKEL (Membaca Cerita) sebagai bentuk membaca dipimpin oleh ketua kelas masing-masing dan guru mata pelajaran bertanggung jawab mengajar setelah istirahat pertama. Siswa yang tidak masuk dengan alasan apapun memberikan informasi kepada ketua kelas yang akan diberikan kepada guru mata pelajaran selama kegiatan berlangsung. Jika ketua kelas tidak ada, ketua kelas atau orang yang ditunjuknya akan memimpin. – Dukungan dan pencegahan program. Dukungan: Dukungan dari penanggung jawab, sumber daya gratis dan pendidikan di bidang pendidikan, Media disesuaikan dengan ketersediaan setiap siswa. Semua siswa adalah anggota kelas (class). Kendala: disiplin siswa, koneksi internet, – Hasil pelaksanaan program. Siswa memiliki budaya belajar melalui sastra CAKEL. Belajar menjadi penting, agar mereka bisa belajar sendiri. Evaluasi Program: Evaluasi program dilakukan setelah program berakhir selama 1 bulan.Evaluasi melibatkan berbagai aktor di sekolah. Pendidikan Terprogram: Fakta. Hal yang paling menarik adalah siswa menulis hal-hal yang menggugah pikiran yang berubah selama sesi kelas, ketika mereka melakukan kegiatan pembelajaran CAKEL. Karena buku ini gratis untuk diajarkan, berbagai informasi dikumpulkan yang membuat siswa mengerti. Perasaan (feeling). Siswa sangat menyukai CAKEL Literacy karena materi pelajaran yang sesuai dengan minat siswa. Selain itu, siswa menghargai pekerjaan mereka yang sesuai dengan minat mereka. Ketika siswa tidak disiplin dalam pelaksanaan program, guru memiliki peran yang sangat penting dalam menjamin motivasi. Disiplin diri menjadi sangat penting sebagai seorang guru. Ketika siswa dapat mengikuti semua kegiatan dengan baik, itu membuat guru bangga. Memperkenalkan semua siswa dengan hasil belajar mereka. Temukan (temukan). Mengapa ada siswa yang tidak disiplin dalam program pembelajaran CAKEL? Hal ini terjadi karena sulitnya pengawasan langsung terhadap kegiatan tersebut yang berlangsung secara online. Hal ini dapat mempengaruhi keberhasilan program yang dilaksanakan. Salah satu peluang yang bisa dilewatkan adalah keterlibatan orang tua sebagai pengawas pendidikan di rumah mengingat kesibukan pekerjaan mereka. Masa depan (masa depan). Jika siswa memiliki semangat membaca CAKEL yang tinggi sebagai budaya belajar, maka siswa akan mampu mengendalikan hidup sesuai dengan waktu dan penampilannya sebagai seorang pemimpin. Perubahan yang terjadi adalah siswa telah menyelesaikan pendidikan CAKEL sebagai budaya belajar dan memiliki informasi yang berbeda. Hal ini dapat berjalan dengan baik dengan dukungan siswa, orang tua dan masyarakat umum. Merencanakan ke depan, program membaca di CAKEL tidak hanya berlangsung selama program tersebut ada, tetapi dapat menjadi budaya belajar yang berkelanjutan.

Demonstrasi Kontekstual Modul 3.2

Demonstrasi Kontekstual Modul 1.2.a.7

Harga modul tcon tv lg 32 inch, harga modul tv lcd lg 32, modul tv led lg 32, modul tv led samsung 32, harga modul tv led polytron 32 inch